PASAMAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke tengah masyarakat menyikapi kondisi kualitas udara yang menjadi perhatian di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Sebanyak 2.500 masker gratis dibagikan kepada warga dan pengendara di Lubuk Sikaping, Kamis (17/9/2026).
Pembagian masker dipusatkan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Lubuk Sikaping. Petugas menyasar warga yang beraktivitas di luar ruangan serta pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Pemkab Pasaman, Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai langkah antisipasi untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat di tengah kondisi udara yang berpotensi terdampak kabut asap.
Kualitas Udara Sumatera Barat Jadi Perhatian
Kondisi udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir.
Data yang dicantumkan Pemkab Pasaman menyebut pemantauan AQICN pada 17 September 2026 mencatat kualitas udara Kota Padang berada di sekitar AQI 162 atau masuk kategori tidak sehat berdasarkan skala US AQI. Sementara itu, informasi untuk Lubuk Sikaping melalui IQAir menggunakan pemodelan berbasis satelit, sehingga angka tersebut tidak dapat disamakan dengan hasil pengukuran langsung dari stasiun pemantauan darat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah mengambil langkah pencegahan dengan membagikan masker kepada masyarakat.
Pemkab Pasaman Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Dalimunthe mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kehadiran pemerintah ketika kondisi lingkungan sedang menjadi perhatian.
Menurutnya, masker yang diberikan memang merupakan langkah sederhana, tetapi diharapkan dapat membantu memberikan perlindungan bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar rumah.
Parulian juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan dan mengurangi aktivitas yang berpotensi memperburuk kualitas udara. Warga diminta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kondisi udara.
Kelompok Rentan Diminta Lebih Berhati-hati
Pemkab Pasaman juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan kualitas udara.
Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang sensitif terhadap kondisi udara diimbau lebih memperhatikan aktivitas di luar ruangan.
Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan. Pemkab juga mengingatkan agar masyarakat mempertimbangkan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas luar ruangan dalam waktu lama.
2.500 Masker Dibagikan, Respons Jangka Panjang Tetap Dibutuhkan
Pembagian masker menjadi respons langsung pemerintah terhadap kondisi udara yang sedang menjadi perhatian.
Namun, langkah tersebut juga menjadi pengingat bahwa persoalan kualitas udara tidak hanya berkaitan dengan perlindungan ketika kabut asap sudah muncul. Upaya menjaga lingkungan dan mencegah berbagai aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara tetap membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
Pemkab Pasaman berharap sinergi bersama Forkopimda tidak hanya memberikan perlindungan dalam situasi saat ini, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Di tengah kondisi udara yang perlu diwaspadai, pemerintah daerah meminta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kualitas udara.
