JAKARTA – Merantau jauh dari kampung halaman tidak berarti harus kehilangan hubungan dengan akar budaya dan keluarga. Semangat itulah yang kembali diperkuat Ikatan Keluarga Kecamatan Bonjol (IKKB) Jabodetabek melalui pertemuan silaturahmi bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat Bonjol yang berada di kawasan Jabodetabek untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menjaga komunikasi dengan kampung halaman.
Silaturahmi semakin memiliki makna karena Rano Karno diketahui memiliki hubungan keluarga dan garis keturunan dari Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Rano Karno: Jangan Lupakan Akar dan Kampung Halaman
Dalam pertemuan tersebut, Rano Karno mengajak masyarakat asal Bonjol yang tinggal di Jakarta untuk tetap menjaga persaudaraan dan hubungan kekeluargaan.
Menurutnya, Jakarta merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah. Keberagaman tersebut justru dapat menjadi kekuatan apabila dibangun dengan semangat kebersamaan.
Di tengah kehidupan perantauan yang penuh kesibukan, masyarakat tetap diingatkan untuk tidak melupakan daerah asal.
Pesan tersebut menjadi penting bagi generasi muda agar hubungan dengan kampung halaman tidak terputus hanya karena jarak dan perubahan zaman.
Wabup Pasaman Apresiasi Perantau Bonjol
Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Dalimunthe turut memberikan apresiasi terhadap keberadaan IKKB Jabodetabek.
Menurutnya, masyarakat Bonjol di perantauan memiliki peran penting dalam menjaga nama baik daerah sekaligus memberikan kontribusi positif di lingkungan tempat mereka tinggal.
Ia juga mendorong masyarakat Bonjol di Jakarta untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tanpa meninggalkan hubungan dengan pemerintah dan masyarakat di Pasaman.
Prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” juga menjadi pengingat bahwa hidup di rantau harus tetap disertai penghormatan terhadap tempat tinggal, sekaligus tidak melupakan asal-usul.
Badunsanak Bukan Sekadar Berkumpul
Silaturahmi IKKB tidak hanya dipandang sebagai pertemuan antarsesama perantau.
Bagi masyarakat Bonjol, semangat badunsanak merupakan bagian dari nilai kekeluargaan yang terus dijaga meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Tokoh masyarakat Bonjol perantauan Jabodetabek, Rama Elsafer, menyebut pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan emosional antara masyarakat Bonjol di rantau dengan kampung halaman.
IKKB diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun solidaritas dan kepedulian sosial.
Menjaga Adat Minangkabau di Tengah Kehidupan Rantau
Nilai adat dan kekeluargaan juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Perwakilan LKAAM Kabupaten Pasaman, Rusydan, Dt. Mangkudun, menilai silaturahmi seperti ini memiliki peran penting dalam mempertahankan hubungan antara masyarakat di kampung dengan para perantau.
Bagi masyarakat Minangkabau, hubungan kampung dan rantau bukan sekadar persoalan tempat tinggal.
Ada nilai budaya, sejarah keluarga dan identitas yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Generasi Muda Jangan Sampai Kehilangan Akar
Ketua IKKB Jabodetabek Desmawita menilai organisasi kekeluargaan memiliki peran penting dalam menjaga ikatan masyarakat Bonjol di perantauan.
Tidak hanya untuk generasi yang lebih tua, keberadaan organisasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal sejarah keluarga, adat Minangkabau dan asal-usul kampung halaman.
Dengan begitu, anak-anak masyarakat Bonjol yang tumbuh di Jakarta tetap memiliki hubungan dengan daerah asal keluarganya.
Hubungan tersebut tidak hanya berbentuk kunjungan ke kampung, tetapi juga melalui pengenalan nilai budaya dan sejarah keluarga.
Rano Karno dan Bonjol, Ada Ikatan yang Kembali Terhubung
Kedekatan Rano Karno dengan masyarakat Bonjol juga memiliki sisi emosional tersendiri.
Sebelumnya, pada April 2026, Rano Karno telah berkunjung ke Bonjol dan bersilaturahmi dengan keluarga serta masyarakat setempat.
Pertemuan bersama IKKB Jabodetabek kemudian menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat hubungan tersebut dalam suasana kekeluargaan.
Dari Rantau, Tetap Terhubung dengan Bonjol
Silaturahmi IKKB Jabodetabek bersama Rano Karno diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Ke depan, hubungan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi di bidang sosial, budaya, pemberdayaan masyarakat maupun berbagai kegiatan yang menghubungkan masyarakat Bonjol di rantau dengan kampung halaman.
Sebab, bagi masyarakat perantauan, jarak boleh memisahkan tempat tinggal, tetapi semangat badunsanak menjaga hubungan tetap dekat.
Dan dari Jakarta, ikatan itu kembali mengarah ke satu tempat: Bonjol, Pasaman.
