PASAMAN — Warga yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret banjir bandang di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, akhirnya ditemukan pada Rabu (23/9/2026). Korban bernama Amri Anton, warga Jorong Tonang Raya, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Amri Anton sebelumnya dilaporkan hanyut ketika banjir bandang menerjang kawasan Simpang Tonang pada Jumat (18/9/2026). Setelah proses pencarian yang melibatkan berbagai unsur, korban akhirnya ditemukan pada Rabu pagi.
Kabar tersebut menjadi duka bagi masyarakat Simpang Tonang. Di tengah proses pencarian yang telah berakhir, perhatian pemerintah daerah kini diarahkan pada kondisi masyarakat dan wilayah yang masih terdampak bencana.
Pemkab Pasaman Pastikan Penanganan Berlanjut
Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Dalimunthe menerima tokoh masyarakat dan pemuda Simpang Tonang di ruang kerjanya pada Rabu (23/9).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi lanjutan setelah bencana sekaligus untuk menyerap kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Parulian memastikan Pemkab Pasaman akan kembali melakukan pengecekan terhadap kondisi Simpang Tonang bersama organisasi perangkat daerah terkait.
Pengecekan melibatkan sejumlah unsur, antara lain Dinas Sosial, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum serta perangkat terkait lainnya.
Pemerintah daerah akan melihat kembali kondisi masyarakat, infrastruktur dan wilayah yang berpotensi terdampak apabila terjadi hujan deras maupun bencana susulan.
Warga Masih Khawatir Bencana Susulan
Meskipun proses pencarian korban telah menemukan hasil, kekhawatiran masyarakat belum sepenuhnya berakhir.
Tokoh masyarakat dan pemuda Simpang Tonang menyampaikan kepada Pemkab Pasaman bahwa warga masih mencemaskan kemungkinan terjadinya bencana susulan, terutama apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.
Kekhawatiran itu muncul setelah banjir bandang sebelumnya tidak hanya menyebabkan kerusakan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa.
Karena itu, masyarakat meminta pemerintah terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah antisipasi terhadap kondisi wilayah yang dinilai masih memiliki potensi risiko.
Kebutuhan Warga Akan Didata Kembali
Selain memeriksa kondisi wilayah, Pemkab Pasaman juga akan melakukan pendataan kebutuhan masyarakat terdampak.
Data tersebut nantinya menjadi bahan pemerintah dalam menentukan langkah penanganan dan bantuan berikutnya.
Langkah ini penting karena dampak bencana tidak berhenti ketika air surut atau proses pencarian korban selesai.
Masyarakat yang terdampak masih membutuhkan pemulihan, baik terkait kondisi tempat tinggal, infrastruktur maupun aktivitas sehari-hari.
Gotong Royong Masyarakat Mendukung Pencarian
Pemkab Pasaman juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Simpang Tonang dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.
Proses pencarian korban sebelumnya melibatkan pemerintah daerah, aparat, relawan dan masyarakat setempat. Dukungan warga menjadi bagian penting dalam penanganan kondisi darurat di lapangan.
Wakil Bupati Parulian menilai penanganan bencana tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Koordinasi dan gotong royong seluruh unsur diperlukan sejak tahap pencarian, penanganan korban hingga pemulihan pascabencana.
Pemantauan Wilayah Jadi Perhatian Berikutnya
Dengan ditemukannya korban, salah satu tahapan darurat dalam penanganan banjir bandang telah dilalui.
Namun, pemerintah masih memiliki pekerjaan berikutnya, yaitu memastikan kondisi masyarakat dan wilayah Simpang Tonang tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.
Pemkab Pasaman menyatakan akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan unsur terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditangani.
Di tengah duka atas meninggalnya Amri Anton, masyarakat Simpang Tonang kini menghadapi tahap berikutnya: memulihkan kehidupan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
