Pasaman — Pemerintah Kabupaten Pasaman memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2026 dengan menggelar aksi penanaman pohon secara serentak di 62 nagari. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat mitigasi bencana berbasis lingkungan.
Sebanyak 6.200 bibit pohon ditanam di berbagai wilayah sebagai bentuk upaya menjaga keseimbangan alam sekaligus mengurangi risiko bencana, seperti banjir dan tanah longsor yang kerap mengancam wilayah Pasaman.
Kegiatan dipusatkan di Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol, dan diikuti oleh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat. Aksi ini juga menjadi bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Sekretaris Daerah Pasaman Yudesri, yang mewakili Bupati, menegaskan bahwa kondisi geografis Pasaman yang didominasi perbukitan membuat daerah ini rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Karena itu, langkah preventif seperti penghijauan menjadi sangat penting.
Menurutnya, gerakan penanaman pohon ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun ketahanan lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
Selain penanaman pohon, peringatan HKB juga ditandai dengan pembunyian alat peringatan dini secara serentak sebagai simbol kesiapsiagaan nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mitigasi bencana.
