PASAMAN – Suasana haru menyelimuti pelepasan ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Pasaman yang tergabung dalam Kloter 10. Prosesi ini berlangsung di halaman Islamic Center, Minggu (3/5/2026), dengan dihadiri ribuan keluarga yang mengantar keberangkatan para jamaah.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, secara langsung melepas keberangkatan jamaah yang akan menuju Asrama Haji Embarkasi Padang sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Total 193 Jamaah dari Berbagai Kecamatan
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pasaman, Muksinin, menjelaskan bahwa total jamaah dalam Kloter 10 mencapai 193 orang yang berasal dari berbagai kecamatan di Pasaman.
Beberapa daerah penyumbang jamaah terbanyak di antaranya Padang Gelugur dan Lubuk Sikaping. Jamaah termuda tercatat berusia 21 tahun, sementara yang tertua berusia 84 tahun.
Keberangkatan ini dipimpin oleh ketua kloter serta didampingi pembimbing ibadah dan tenaga kesehatan untuk memastikan kelancaran perjalanan jamaah selama ibadah haji.
Pesan Penting Bupati: Jaga Kesehatan dan Kebersamaan
Dalam sambutannya, Bupati Welly Suhery menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga fisik dan mental. Oleh karena itu, jamaah diminta untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah.
Ia juga mengingatkan agar seluruh jamaah tetap disiplin, mengikuti arahan petugas, serta tidak memaksakan diri dalam beribadah.
Selain itu, kekompakan dan rasa kebersamaan antar jamaah juga menjadi hal penting yang harus dijaga selama berada di Tanah Suci.
Jamaah Diminta Jaga Nama Baik Daerah
Bupati turut berpesan agar seluruh jamaah mampu menjadi representasi yang baik bagi Kabupaten Pasaman dan Indonesia. Sikap, perilaku, dan akhlak selama di Tanah Suci diharapkan mencerminkan nilai-nilai positif.
Ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak doa dan zikir agar mendapatkan haji yang mabrur serta kembali ke tanah air dengan selamat.
Pelepasan Ditutup dengan Tangis Haru
Prosesi pelepasan ditutup dengan momen emosional saat jamaah mulai menaiki bus menuju Padang. Lambaian tangan dan doa dari keluarga mengiringi keberangkatan mereka menuju perjalanan suci.
Suasana tersebut menjadi gambaran kuatnya dukungan keluarga serta harapan besar agar para jamaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar.
