Ambulans Gratis Diduga Kehabisan BBM, Bupati Welly Suhery Tegur Petugas di Pasaman

ambulans gratis Pasaman ambulans gratis Pasaman

Pasaman — Bupati Pasaman Welly Suhery bereaksi keras setelah mendapati salah satu mobil ambulans gratis milik pemerintah daerah yang diduga kehabisan bahan bakar (BBM) di tengah tugas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Rabu (tanggal acara). Insiden ini terjadi saat ambulans dalam perjalanan membawa pasien dari daerah pedalaman menuju fasilitas kesehatan.

Kendaraan ambulans yang selama ini digunakan untuk layanan darurat gratis bagi warga miskin dan lansia itu tampak berhenti di tepi jalan karena indikator bahan bakar sudah habis. Kondisi ini menyita perhatian Bupati Welly Suhery yang melakukan inspeksi mendadak dan langsung menegur petugas terkait.

Dalam dialog singkat di lokasi, Bupati Welly menegaskan bahwa pelayanan ambulans tidak boleh terhambat oleh masalah teknis yang bisa diantisipasi, termasuk ketersediaan BBM dan persiapan armada. “Ambulans ini adalah harapan warga dalam situasi darurat. Tidak boleh kita biarkan berhenti hanya karena kehabisan bahan bakar,” ujar Bupati Welly dengan nada tegas di hadapan petugas dan sejumlah warga.

Bupati Welly juga meminta kepada Dinas Kesehatan serta unit pengelola ambulans untuk segera mengevaluasi sistem pengisian BBM dan perawatan armada secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa layanan ambulans gratis harus siap sedia 24 jam tanpa hambatan teknis, mengingat tanggung jawab sosialnya dalam menyelamatkan nyawa masyarakat.

Selain itu, Bupati menginstruksikan agar seluruh armada kesehatan di Kabupaten Pasaman dilengkapi dengan data operasional yang akurat, termasuk catatan bahan bakar, servis berkala, serta rencana pergantian unit yang sudah tua. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi lagi kejadian sejenis yang berpotensi mengancam keselamatan pasien yang sedang dalam perjalanan.

Masyarakat yang menyaksikan insiden itu menyampaikan apresiasi atas kecepatan Bupati merespons permasalahan pelayanan publik. Salah seorang warga mengatakan bahwa perhatian langsung dari pimpinan daerah memberikan keyakinan bahwa kebutuhan layanan kesehatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas.

Kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki manajemen ambulans dan memperkuat standar layanan kesehatan darurat demi meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat Pasaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *