59,52 Persen Wilayah Blankspot Pasaman Sudah Terhubung Internet, Pemkab Targetkan Tuntas dalam Lima Tahun

Pemkab Pasaman mempercepat pemerataan akses internet di wilayah blankspot. Pemkab Pasaman terus mempercepat pemerataan akses internet. Sebanyak 59,52 persen kejorongan yang sebelumnya mengalami blankspot telah berhasil terkoneksi pada tahun pertama program.

Akses Internet Mulai Menjangkau Wilayah Blankspot Pasaman

PASAMAN – Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mendorong pemerataan akses internet hingga ke wilayah yang sebelumnya belum mendapatkan jaringan. Program penanganan blankspot Pasaman menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat di berbagai kejorongan dapat menikmati konektivitas digital.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pemerintah daerah melakukan penanganan secara bertahap dengan memetakan lokasi yang masih belum terjangkau jaringan sekaligus mencari skema percepatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasaman, Ahdi Susanto, mengatakan masih terdapat sejumlah kejorongan yang membutuhkan akses internet. Namun, progres program tersebut menunjukkan perkembangan positif.

Hingga tahun pertama pelaksanaan, 59,52 persen kejorongan yang sebelumnya masuk kategori blankspot telah berhasil mendapatkan koneksi internet.

Pemkab Pasaman Targetkan Seluruh Blankspot Teratasi

Ahdi menyampaikan, pemerataan jaringan internet merupakan target yang akan terus dikejar selama periode lima tahun kepemimpinan pemerintah daerah.

Dengan waktu pelaksanaan yang masih tersedia, Pemkab Pasaman optimistis seluruh titik yang saat ini belum mendapatkan layanan internet dapat secara bertahap terhubung.

Target tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan jaringan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat terhadap informasi, layanan digital, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi berbasis internet.

Data Blankspot Terus Diperbarui

Salah satu strategi yang dilakukan Kominfo Pasaman adalah memperbarui pendataan lokasi blankspot secara berkelanjutan.

Pendataan tersebut diperlukan agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai wilayah yang masih mengalami keterbatasan konektivitas. Dengan demikian, penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi.

Selain mengembangkan jaringan intra pemerintah daerah, Kominfo juga memanfaatkan peluang dukungan dari pemerintah pusat melalui pengajuan kebutuhan perangkat akses internet.

Langkah tersebut dilakukan agar percepatan pemerataan konektivitas tidak hanya mengandalkan satu skema pembangunan jaringan.

Perangkat Internet yang Ada Akan Dialihkan ke Titik Baru

Untuk mempercepat penanganan blankspot, Pemkab Pasaman juga menerapkan strategi relokasi perangkat internet.

Perangkat yang sebelumnya ditempatkan di wilayah yang kini sudah memperoleh layanan dari penyedia jaringan lain dapat dipindahkan ke lokasi berbeda yang masih membutuhkan akses.

Perangkat milik BAKTI maupun Starlink menjadi bagian dari skema relokasi tersebut. Dengan cara ini, infrastruktur yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak berhenti digunakan ketika sebuah wilayah telah memperoleh akses alternatif.

Internet Merata, Pasaman Siap Perluas Akses Digital

Pemerataan konektivitas menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital.

Akses internet yang lebih luas dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pembelajaran, pelayanan pemerintahan, komunikasi, hingga pengembangan usaha dan ekonomi lokal.

Dengan capaian 59,52 persen pada tahun pertama, Pemkab Pasaman optimistis program penanganan blankspot dapat terus bergerak hingga seluruh wilayah yang menjadi sasaran mendapatkan akses internet.

Ahdi pun menyatakan optimistis target pemerataan jaringan dapat diselesaikan dalam kurun waktu lima tahun sesuai dengan program yang telah direncanakan.