Tabligh Akbar 1448 H di Pasaman, Bupati Welly Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah

Bupati Pasaman Welly Suhery menghadiri Tabligh Akbar 1448 Hijriah. Bupati Pasaman Welly Suhery mengajak masyarakat memperkuat ukhuwah dan mengisi kemerdekaan dengan keteladanan dalam momentum Tabligh Akbar 1448 H.

PASAMAN – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kabupaten Pasaman menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan ukhuwah di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan Tabligh Akbar 1448 H, masyarakat diajak tidak hanya menjadikan pergantian tahun hijriah sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri.

Bupati Pasaman Welly Suhery mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga persatuan dan membangun daerah.

Ukhuwah Jadi Kekuatan Membangun Pasaman

Menurut Bupati Welly, pembangunan daerah membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Perbedaan latar belakang, pilihan maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus hubungan antarsesama. Sebaliknya, perbedaan perlu dikelola menjadi kekuatan untuk membangun Pasaman.

Semangat ukhuwah juga dinilai penting untuk menjaga kehidupan sosial agar tetap harmonis dan saling menghargai.

Dengan masyarakat yang solid, berbagai agenda pembangunan akan lebih mudah dijalankan karena mendapatkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat.

Tahun Baru Islam Jadi Momentum Introspeksi

Pergantian tahun Hijriah memiliki makna lebih dari sekadar perubahan angka dalam kalender.

Momentum 1 Muharram dapat menjadi ruang untuk melakukan muhasabah, melihat kembali apa yang telah dilakukan sekaligus menyusun langkah yang lebih baik ke depan.

Masyarakat diajak menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran dan memperkuat komitmen untuk melakukan hal-hal yang memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan maupun daerah.

Kemerdekaan Tak Cukup Hanya Dirayakan

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Welly mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan berbagai kegiatan perayaan, tetapi juga melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Menjaga persatuan, bekerja dengan jujur, saling membantu dan memberikan manfaat bagi orang lain merupakan bagian dari cara generasi saat ini menghargai perjuangan para pendahulu.

Kemerdekaan, dengan demikian, tidak berhenti pada peringatan setiap 17 Agustus, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Keteladanan Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Nilai keteladanan juga dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

Keluarga menjadi tempat pertama untuk menanamkan nilai agama, akhlak, disiplin dan kepedulian. Nilai tersebut kemudian diharapkan berkembang dalam lingkungan masyarakat.

Masyarakat yang saling menghormati dan peduli satu sama lain akan menjadi modal sosial penting dalam menjaga Pasaman tetap aman, rukun dan kondusif.

Membangun Pasaman dengan Nilai Keagamaan

Tabligh Akbar 1448 H diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan keagamaan.

Pesan-pesan yang disampaikan menjadi pengingat agar masyarakat terus memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun Pasaman yang tidak hanya maju dari sisi pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memiliki masyarakat yang berkarakter, religius dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Dari momentum Tahun Baru Islam, Pasaman diajak terus bergerak menjadi daerah yang kuat dalam persatuan, baik dalam kehidupan beragama maupun dalam membangun daerah.