PASAMAN — Kabupaten Pasaman kembali mencatat sejumlah capaian di berbagai bidang sepanjang 2026. Prestasi tersebut datang dari organisasi masyarakat, ASN, dunia pendidikan hingga program perlindungan sosial bagi masyarakat.
Deretan capaian itu menjadi perhatian dalam Apel Organik yang dipimpin Bupati Pasaman Welly Suhery di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (7/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap individu maupun kelompok yang membawa nama Pasaman ke tingkat yang lebih luas, termasuk dalam kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Barat dan ajang nasional.
PKK Pasaman Raih Juara Umum Tingkat Sumatera Barat
Salah satu capaian yang menonjol datang dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasaman.
TP PKK Pasaman berhasil meraih Juara Umum Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026. Proses penilaian kegiatan tersebut dipusatkan di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati.
Prestasi juga ditorehkan dalam Jambore Kader PKK ke-22 tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Capaian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat di tingkat keluarga dan nagari terus mendapat ruang untuk berkembang sekaligus menjadi bagian dari prestasi daerah.
Tiga ASN Pasaman Bawa Prestasi di MTQ Korpri Nasional
Nama Pasaman juga muncul dalam ajang MTQ Korpri Tingkat Nasional ke-8 yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 23–30 Agustus 2026.
Kafilah Korpri Kabupaten Pasaman yang memperkuat kontingen Sumatera Barat ikut berkontribusi mengantarkan Sumbar meraih Juara Umum III.
Tiga ASN asal Pasaman turut mencatatkan prestasi dalam ajang tersebut. Mai Saroh, S.Pd.I meraih Juara 1 Digital Kontemporer Khattah Putri, Soupi Efendi meraih Juara 2 Digital Kontemporer Khattah Putra, sementara Wensardi, S.Pd berhasil menjadi finalis kategori Kontemporer Putra.
Pelajar Pasaman Raih Medali di Olimpiade Sains Nasional
Prestasi berikutnya datang dari sektor pendidikan.
Nadhif Hasdi Pratama, siswa MTsN 1 Pasaman, berhasil membawa pulang Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang IPA tingkat nasional.
Kompetisi tersebut diselenggarakan secara daring oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa potensi generasi muda Pasaman tidak hanya berkembang di bidang seni dan budaya, tetapi juga dalam kompetisi akademik tingkat nasional.
Kontingen Pramuka Pasaman Menuju Jambore Nasional
Di bidang kepemudaan, Pemkab Pasaman juga melepas dan menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada Kontingen Pramuka Kwarcab 0308 Pasaman.
Kontingen tersebut mengikuti Jambore Nasional ke-12 Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda Pasaman aktif dalam kegiatan kepanduan, kepemimpinan, dan pengembangan karakter.
Perlindungan untuk Ribuan Pekerja Rentan
Selain prestasi, perhatian pemerintah daerah juga diarahkan pada aspek perlindungan sosial masyarakat.
Dalam apel tersebut, Pemkab Pasaman menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris dua pekerja rentan penerima program DBH Sawit 2025. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp42 juta.
Sepanjang 2026, Pemkab Pasaman tercatat telah mengalokasikan Rp233.049.600 untuk program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi 2.312 pekerja rentan melalui program DBH Sawit.
Prestasi Menjadi Cermin Kerja Bersama
Bupati Pasaman Welly Suhery menilai berbagai capaian tersebut tidak lahir secara instan. Menurutnya, prestasi daerah merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi dan kolaborasi banyak pihak.
Karena itu, jajaran aparatur daerah didorong untuk mempertahankan kualitas kerja dan kedisiplinan agar capaian yang sudah diraih dapat terus berkembang.
Bagi Pasaman, deretan penghargaan tersebut bukan hanya soal piala atau posisi dalam sebuah kompetisi. Lebih jauh, capaian itu menjadi indikator bahwa potensi daerah, ASN, kader masyarakat dan generasi muda dapat memberikan kontribusi ketika mendapat ruang untuk berkembang.
Ke depan, tantangannya bukan sekadar menambah daftar penghargaan, tetapi memastikan prestasi tersebut beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, nama Pasaman tidak hanya dikenal karena prestasinya di tingkat regional maupun nasional, tetapi juga karena kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
