PASAMAN, InfoPasaman.com — Kabupaten Pasaman menyiapkan 21 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nagari berbasis potensi lokal. Dari jumlah tersebut, 14 gerai telah selesai dibangun, sementara tujuh lainnya masih dalam pengerjaan dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Kesiapan tersebut disampaikan Bupati Pasaman Welly Suhery saat bertemu Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Pertemuan itu membahas pengembangan koperasi agar tidak sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi juga mampu mengelola potensi ekonomi masyarakat di tingkat nagari.
Pemerintah Kabupaten Pasaman mengarahkan pengembangan setiap gerai sesuai karakteristik wilayah. Sejumlah potensi yang disiapkan untuk dikembangkan melalui koperasi antara lain beras lokal, perikanan budi daya, serta usaha kopi yang menyasar generasi muda.
Wamenkop Minta Koperasi Berbasis Potensi Lokal
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menekankan bahwa KDKMP perlu memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat untuk menjadi pelaku utama kegiatan ekonomi di daerahnya sendiri.
Menurutnya, potensi nagari perlu dipetakan dan dikelola secara terintegrasi, mulai dari produksi, penanganan pascapanen, pengolahan hasil, hingga pemasaran. Dengan pola tersebut, koperasi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mempertahankan perputaran ekonomi di tengah masyarakat lokal.
Farida juga menyoroti peluang koperasi dalam memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok. Jalur distribusi yang lebih efisien diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh produk pangan dengan harga yang wajar.
Penguatan koperasi tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi kerakyatan dalam Pasal 33 UUD 1945, yang menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian nasional.
Nagari Languang Disiapkan untuk Pengelolaan Beras
Salah satu rencana pengembangan KDKMP Pasaman berada di Nagari Languang, Kecamatan Rao Utara. Gerai di wilayah tersebut diarahkan menjadi pusat pengelolaan beras lokal secara terpadu.
Pengembangan ini berpotensi menghubungkan kegiatan produksi pertanian dengan proses pengolahan dan pemasaran. Melalui koperasi, pengelolaan hasil pertanian diharapkan dapat dilakukan secara lebih terorganisasi sehingga memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha setempat.
Namun, keberhasilan model tersebut juga akan bergantung pada tata kelola koperasi, kesiapan pengurus, ketersediaan modal usaha, serta kepastian jalur pemasaran produk.
Koperasi Perikanan Dikembangkan di Rao Selatan
Selain pertanian, sektor perikanan budi daya menjadi fokus pengembangan koperasi di Nagari Tarung-Tarung dan Nagari Langsat Kadap, Kecamatan Rao Selatan.
KDKMP di dua nagari tersebut diarahkan untuk mendukung rantai usaha perikanan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan pakan dan pembibitan hingga pemasaran hasil budi daya.
Pendekatan terintegrasi ini membuka peluang bagi koperasi untuk membantu pelaku usaha mengelola kebutuhan produksi dan memperluas akses pasar. Dengan pengelolaan yang tepat, koperasi dapat menjadi wadah kerja sama bagi masyarakat yang terlibat dalam sektor perikanan.
Usaha Kopi Dibidik untuk Libatkan Generasi Muda
Bupati Welly Suhery juga menyampaikan peluang pengembangan usaha kopi melalui konsep kafe yang diminati kalangan muda.
Potensi tersebut diharapkan dapat dikolaborasikan dengan KDKMP untuk membuka ruang keterlibatan generasi Z dan milenial dalam kegiatan usaha koperasi.
Pengembangan usaha kopi dapat menjadi salah satu cara memperluas jenis kegiatan ekonomi koperasi di luar sektor pangan primer. Peluang ini juga bisa menghubungkan produk lokal dengan usaha kreatif, selama didukung perencanaan bisnis dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Pemkab Pasaman Minta Pendampingan Kementerian
Welly berharap Kementerian Koperasi memberikan pendampingan teknis dan manajerial agar 21 koperasi tahap awal di Pasaman dapat berjalan sesuai potensi masing-masing wilayah.
Dalam pertemuan tersebut, Welly juga mengundang Menteri dan Wakil Menteri Koperasi untuk menghadiri peluncuran KDKMP di Pasaman. Agenda itu diharapkan dapat berlangsung pada akhir Desember 2026 atau awal Januari 2027.
Penyelesaian pembangunan gerai menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi memiliki kegiatan usaha yang jelas, pengurus yang kompeten, serta tata kelola yang mampu menjaga keberlanjutan operasional.
Dengan pengembangan usaha berbasis beras, perikanan, dan kopi, KDKMP diharapkan tidak hanya hadir secara fisik di nagari, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pasaman.
