Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Pasaman Turun Jadi 6,74 Persen pada 2024

Bupati Pasaman, Foto Antara Bupati Pasaman, Foto Antara

LUBUK SIKAPING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman, Sumatera Barat, berhasil menorehkan capaian positif dalam penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan data terbaru, tingkat kemiskinan di daerah itu berhasil ditekan menjadi 6,74 persen pada akhir 2024, mengalami penurunan yang signifikan dari angka 7,48 persen pada tahun 2021.

Keberhasilan ini diungkapkan langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, ST, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Tahun 2025 di Aula Lantai III Kantor Bupati, Senin. Rapat tersebut dihadiri secara lengkap oleh jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, wali nagari, serta perwakilan Kementerian Sosial yang bergabung secara daring.

Bupati Welly menegaskan bahwa penurunan angka kemiskinan ini bukanlah tanpa sebab, melainkan buah dari kerja nyata dan komitmen seluruh pihak dalam menjalankan program prioritas nasional. Ia menyebut bahwa kunci utama kesuksesan ini adalah pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Data yang akurat menjadi kunci agar program penanggulangan kemiskinan tidak sekadar formalitas, sehingga benar-benar tepat sasaran dan berdampak positif,” tegas Welly.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya kolaborasi atau sinergi yang kuat antar seluruh sektor. Mulai dari Pemerintah Daerah, OPD, Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), hingga pemerintah nagari di tingkat paling bawah harus mengambil peran nyata.

Pada tingkat nagari, Pemerintah mendorong optimalisasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah proses verifikasi calon penerima bantuan, sehingga bantuan sosial baik untuk keluarga miskin maupun miskin ekstrem dapat disalurkan dengan lebih tepat.

Melalui rakor ini, Pemkab Pasaman terus menyusun strategi dari berbagai narasumber untuk mempercepat pengentasan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Welly menutup dengan pesan untuk menjadikan momentum ini sebagai pelecut semangat.

“Marilah kita jadikan Rakor TKPK 2025 ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dan menyatukan langkah. Dengan kerja sama yang solid, cita-cita mewujudkan Pasaman yang bangkit, berkarakter, maju, dan berkelanjutan pasti bisa kita capai,” pungkasnya.

Disadur dari Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *