Pasaman — Meski sebelumnya telah dilakukan sosialisasi secara masif oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman, penggunaan senjata mainan berpeluru plastik masih banyak terlihat di tengah masyarakat selama perayaan Idul Fitri tahun ini.
Fenomena tersebut menjadi perhatian, mengingat sebelumnya Bupati Pasaman Welly Suhery telah melepas mobil unit publikasi untuk mengimbau larangan penggunaan mainan berbahaya tersebut demi menjaga kenyamanan dan keselamatan warga saat Lebaran.
Di sejumlah titik keramaian, seperti kawasan permukiman dan jalan utama, anak-anak hingga remaja masih tampak memainkan senjata mainan yang dapat menimbulkan gangguan bahkan berpotensi melukai orang lain. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas tersebut.
Pemerintah daerah sebelumnya telah menegaskan bahwa penggunaan senjata mainan berpeluru plastik berisiko menyebabkan cedera, terutama pada bagian sensitif seperti mata. Selain itu, suara yang ditimbulkan juga dapat mengganggu ketenangan warga saat bersilaturahmi di hari raya.
Meski sosialisasi telah dilakukan melalui mobil publikasi dan berbagai kanal informasi, masih adanya penggunaan di lapangan menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan serta keterlibatan masyarakat, khususnya orang tua, dalam mengawasi aktivitas anak-anak.
Pemerintah Kabupaten Pasaman pun diharapkan dapat kembali memperkuat langkah preventif, baik melalui penertiban di lapangan maupun edukasi yang lebih intensif, agar perayaan Lebaran ke depan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
