PASAMAN – Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasaman, telah secara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama satu minggu ke depan. Keputusan ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten Pasbar menyusul tingginya intensitas hujan ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sedikitnya tujuh kecamatan di wilayah tersebut.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengumumkan status ini pada Selasa (25/11/2025) setelah meninjau langsung lokasi bencana, termasuk di kawasan Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, yang mengalami dampak parah seperti terputusnya jalan nasional.
Fokus Penanganan di Pasaman Barat
Dengan ditetapkannya status tanggap darurat, Pemkab Pasbar mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk penanganan. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:
- Penyaluran bantuan logistik darurat berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya.
- Pendirian dan pengoperasian dapur umum di Nagari Aia Gadang dan di bawah koordinasi Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan makanan pengungsi.
- Permintaan kepada warga yang tinggal di pinggiran sungai dan daerah rawan untuk proaktif dan bersedia dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, mengingat prediksi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi.
Data sementara menunjukkan, bencana hidrometeorologi ini tidak hanya merusak ratusan rumah warga, tetapi juga mengakibatkan kerugian signifikan di sektor pertanian, dengan sekitar 121 hektare lahan persawahan di Pasbar terendam dan rusak.
Kaitannya dengan Kabupaten Pasaman
Mengingat kedua kabupaten berbagi batas geografis dan memiliki kondisi geologis serta pola curah hujan yang serupa, situasi di Pasaman Barat ini menjadi peringatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Pasaman (Pasman) dan warganya.
Kabupaten Pasaman diimbau untuk:
- Meningkatkan Kewaspadaan: Warga Pasaman, terutama yang bermukim di daerah aliran sungai dan lereng bukit, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor dan banjir bandang.
- Memonitor Informasi Cuaca: Masyarakat didorong untuk terus memantau informasi dan peringatan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman dan BMKG mengenai perkembangan cuaca ekstrem.
