Pasaman – Dalam beberapa pekan terakhir, lini masa warga Pasaman ramai dengan kabar kehilangan kendaraan bermotor. Di media sosial, khususnya Instagram @info.pasaman, laporan demi laporan terus bermunculan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi dengan keamanan kendaraan di Pasaman?
Salah satu kasus yang mencuri perhatian adalah hilangnya satu unit Yamaha NMAX berwarna hitam dengan nomor polisi BA 5405 DB pada Kamis, 7 Agustus 2025. Motor tersebut dilaporkan hilang sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Perumnas, Lubuk Sikaping. Pemiliknya mengimbau siapa pun yang melihat atau mengetahui keberadaan motor tersebut untuk segera menghubungi nomor kontak yang tersedia atau melapor ke pihak berwajib.
Tidak hanya di lingkungan perumahan, kasus kehilangan juga terjadi di area yang seharusnya relatif aman. Beberapa waktu lalu, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pasaman Barat kehilangan sepeda motornya yang diparkir di teras kantor BKPSDM setempat. Kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta. Beruntung, pelaku berhasil ditangkap setelah korban melapor ke kepolisian.
Kasus serupa juga pernah terjadi pada akhir 2024. Seorang warga kehilangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor jenis Scoopy di Jorong Bukit Nilam, Kecamatan Lubuk Sikaping. Meski bukan kehilangan kendaraan secara fisik, hilangnya dokumen ini tetap berpotensi disalahgunakan dan menimbulkan kerugian.
Media Sosial, Cermin Keresahan Warga
Fenomena banyaknya unggahan tentang kehilangan kendaraan di media sosial menunjukkan dua hal: tingginya angka kasus pencurian dan kuatnya peran media digital sebagai kanal informasi darurat. Di Instagram, story mention dan komentar warga berisi keluhan, laporan, hingga peringatan kepada sesama pengguna jalan.
Namun, meskipun media sosial efektif untuk menyebarkan informasi, upaya ini belum tentu diiringi tindak lanjut cepat dari aparat keamanan.
Penyebab dan Tantangan
Berdasarkan sejumlah laporan dan pantauan, ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi pada maraknya pencurian kendaraan di Pasaman:
- Kurangnya pengamanan fisik – Banyak motor diparkir di area terbuka tanpa kunci ganda atau sistem pengaman tambahan.
- Minimnya pengawasan lingkungan – Tidak semua kawasan permukiman memiliki sistem keamanan terpadu seperti CCTV atau pos jaga.
- Respons aparat yang belum merata – Beberapa kasus cepat ditangani, namun ada pula yang terhambat karena keterbatasan bukti atau saksi.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Untuk menekan angka kehilangan kendaraan, kolaborasi menjadi kunci. Warga dapat memulai dari langkah sederhana seperti menggunakan kunci ganda, memarkir di tempat yang terang, hingga membentuk grup komunikasi antar tetangga. Sementara itu, pihak kepolisian perlu meningkatkan patroli, terutama di jam-jam rawan, serta merespons cepat setiap laporan dengan investigasi lapangan.
Penutup
Kehilangan kendaraan bukan sekadar kehilangan aset, tetapi juga mengganggu rasa aman masyarakat. Pasaman membutuhkan langkah konkret, baik dari warga maupun aparat, untuk memutus rantai pencurian ini. Tanpa itu, kabar kehilangan di media sosial akan terus mengalir, dan keresahan warga tak kunjung reda.
oleh: Tim Info Pasaman